Teman-teman janganlah pernah merasa bodoh karena apa-apa yang kita belum bisa kuasai hari ini. Karena suatu hari nanti, jika kita terus berjuang kemampuan itu dapat kita miliki.
Aku punya beberapa cerita tentang hal ini, dimana ada seorang siswa di jepang yang benar-benar tidak bisa fisika namun Ia bersikukuh untuk masuk jurusan Fisika. Setelah ia berjuang keras, akhirnya Ia dapat mneyelesaikanstudi S1-nya walaupun dengan nilai pas-pasan. Suatu ketika dia menemui professor tempat ia berkuliah dan meminta surat rekomendasi dari professor tersebut untuk melanjutkan studinya di bidang fisika partikel. Dan professor tersebut menuliskan surat rekomendasinya yang berbunyi: his grade is not good, but he is not that stupid. Dengan surat rekomendasi tersebut, akhirnya Ia diterima di sebuah universitas di Amerika. Dengan kegigihannya, akhirnya dapat menyelesaikan studinya dan mendapat kesempatan pulang kembali ke jepang. Di jepang, Ia menjadi seorang peneliti dan akhirnya menemukan suatu teori baru di bidang fisika partikel.
Aku juga punya cerita, dimana sejak SMA aku adalah seorang yang gagap teknologi. Dimana aku baru mengenal dunia internet saat aku duduk di kelas 1 SMA. Tidak hanya gagap teknologi di internet saja, bahkan di akademik pun nilai TIK ku paling jelek di anatara nilai-nilai yang lain. Aku sempat berpikir jika aku memang tidak punya bakat di bidang ini. Namun, Allah berkehendak lain dengan membuatku menjadi seorang penderita Buta Warna yang menyebabkan ku tidak dapat memilih jurusan yang ku idam-idamkan yaitu Teknik Kimia atau di jurusan sejenisnya seperti T. Lingkungan, Kimia murni, maupun Farmasi.
Akhirnya aku memutuskan untuk memasuki jurusan yang lain yang sebelumnya belum pernah terbayangkan oleh ku yaitu Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Teknik Mesin. Aku mengambil test SIMAK UI untuk mengambil jurusan TI dan T. Mesin namun hasilnya gagal. Tak berhenti sampai disitu aku memutuskan untuk mengikuti SNMPTN dan mengambil pilihan STEI ITB di pilihan pertama dan FTMD ITB di pilihan kedua. Saat itu aku memikirkan untuk memilih jurusan teknik elektro dikarenakan aku ingin membuat suatu produk baru dimana produk itu dapat menjadi inovasi utama yang mengubah kehidupan masyarakat walaupun sedikit muluk-muluk tapi namanya mimpi haruslah di simpan di tempat tertinggi. Di tempat kedua aku memilih teknik mesin karena teknologi mesin itu mendekati teknik elektro dalam hal basic keilmuannya dimana elektro menggunakan dasar Fisika Listrik dan Magnet, sedangkan mesin menggunakan dasar Fisika di Fisika classic seperti Hukum Kinematika, Dinamika, dan lainnya.
Alhamdulillah akhirnya aku mendapatkan kesempatan yang langka oleh Allah untuk dapat di terima di STEI ITB. Aku banyak belajar dari kegagalan ku di SIMAK UI bahwa latihan mengerjakan soal harus lebih digiatkan lagi sehingga aku dapat diterima di jurusan ini. Singkat cerita, aku menjalani hari-hariku sebagai mahasiswa ITB. Namun, ada kendala lain yang menghadang yang sebelumnya belum pernah terbersit di dalam benak ku yaitu adanya kuliah yang mengharuskan ku membuat program untuk komputer. Aku kaget dengan kuliah ini, aku memang sudah lemah di bidang ini semenjak aku duduk di bangku SMA. Ternyata memang berat untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa ITB. Aku harus mengejar sesuatu yang mungkin sudah menjadi kelemahanku semenjak SMA dulu. Namun aku harus tetap maju, akhirnya dengan susah payah aku terus menjalani semuanya walaupun dengan hasil yang tidak cemerlang. Saat ada tugas besar untuk membuat sebuah program, aku hanya dapat menjadi seorang koordinator yang mengurusi bagaimana caranya agar tugas besar ini dapat selesai. Dan alhamdulillah aku dapat mengatasi hal ini, karena aku sekelompok dengan orang yang memang sudah handal dalam memrogram sejak dia SMA. Aku hanya dapat pasrah dengan nilai yang akan aku terima. Dan ternyata hasilnya sesuai dengan yang kuduga yaitu mendapat nilai D untuk mata kuliah ini.
Semenjak itu, entah mengapa aku seolah-olah menjadi orang yang sangat tertarik dengan dunia Teknologi Informasi terutama dalam bidang Artificial Intelligence dan aku mulai tertarik untuk memahaminya. Namun, karena kemampuanku yang amat dangkal dengan bidang ini akhirnya minat tersebut hanya berakhir dengan mimpi dan seolah-olah terkubur karena aku sulitnya untuk memahami semua dasar tenatang algoritma dan dunia pemrograman. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk di jurusan Teknik Elektro. Kekurangan ku di bidang pemrograman ternyata berlanjut di tingkat 2. Ketika aku mengambil kuliah wajib Algoritma dan Struktur Data, aku tetap mengalami kesulitan dan akhirnya harus mengulang mata kuliah ini karena mendapat nilai D kembali. Pada saat mengulang mata kuliah tersebut di tingkat 4, aku merasa minat ku di bidang pemrograman bertambah. Minat ini menjadi sangat besar dan aku menjalani setiap kuliah ini dengan enjoy dan mengikuti alurnya. Alhamdulillah akhirnya aku dapat lulus dari mata kuliah ini dan pada Juli 2013 dapat menjadi seorang Sarjana Teknik.
Dari pengalaman ku di atas, aku ingin mengikuti jejak seorang fisikawan jepang pada cerita ku sebelumnya. Aku yakin aku dapat mengikutinya karena aku yakin bahwa walaupun kita tidak dapat menguasai kemampuan ini di hari ini, tapi di esok hari kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita. Aku saat ini mengazamkan diri untuk dapat menajdi seorang ahli di bidang Teknologi Informasi terutama di bidang security. Saat ini, aku bekerja menjadi seorang Software Engineer di sebuah perusahaan Smart Card di jakarta untuk menambah pengalamanku di bidang pemrograman sebakal bekal ku menjadi ahli di bidang ini beberapa tahun mendatang.